Perlindungan Hukum Dokter dalam Kasus Self-Medication berdasarkan Undang-Undang Kesehatan

Authors

  • Wulan Rohmah Dwi Putri Esti Sekolah Tinggi Hukum Militer
  • Maura Linda Sekolah Tinggi Hukum Militer
  • Ahmad Jaeni Sekolah Tinggi Hukum Militer

DOI:

https://doi.org/10.37481/jmh.v5i1.1110

Keywords:

Self-Medication, Legal Protection for Doctors, Health Law

Abstract

Self-medication by patients without medical supervision can pose risks of complications, especially when involving the use of multiple medications simultaneously. Law No. 17 of 2023 on Health regulates the responsibilities of doctors but does not provide clear legal protection for doctors in handling complications arising from self-medication. This study analyzes the legal risks faced by doctors in such situations and identifies regulatory gaps that increase doctors' vulnerability to legal claims. The study recommends additional regulations to strengthen legal protection for doctors, as well as enhanced public education on the risks of self-medication, to ensure safe and responsible medical practices.

References

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pedoman Penggunaan dan Pengawasan Obat Tradisional di Indonesia. Jakarta: BPOM, 2003.

Badan POM RI, Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) yang Dibubuhkan Kedalam Obat Tradisional (Jamu). Jakarta: Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan: 2006. https://www.pom.go.id/berita/bahaya-bahan-kimia-obat-(bko)-yang-dibubuhkan-kedalam-obat-tradisional-(jamu)

Badan POM RI, E-Penjelasan Publik Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan. https://e-penjelasanpublikotsk.pom.go.id/pw2022/

Dali, T. "Self-Medication: Benefits and Risks," Journal of Pharmaceutical Science and Practice, 14(2), 2016. 45-53.

Darwis, M. K. (2018). Menghukum Atau Memulihkan: Suatu Tinjauan Sosiologis Tentang Tindakan Terhadap Penyalahguna Nafza (Vol. 1). SAH MEDIA.

Dit Pengelolaan dan Pelayanan Kefarmasian, Pedoman Penggunaan Obat Bebas dan Bebas Terbatas, Kemenkes Ditjen Farmalkes, 2014. https://farmalkes.kemkes.go.id/2014/12/pedoman-penggunaan-obat-bebas-dan-bebas-terbatas/

Febriansyah, F. I., Tomlins, R., Firdausi, U. S., & Hilman, Y. A. (2024). Juridical Reasoning for the Distribution of Pharmaceutical Preparations that Failed the Efficacy Test in Court Decisions. Jurnal Jurisprudence, 14(1).

Hadjon, P. M. Perlindungan Hukum bagi Rakyat Indonesia. Surabaya: PT Bina Ilmu, 2019.

Halim, S., Setiadi, A. A. P., & Wibowo, Y. I. (2018). Profil Swamedikasi Analgesik di Masyarakat Surabaya, Jawa Timur (Self-Medication With Analgesic among Surabaya, East Java Communities). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 16(1), 86-93.

Khoiry, Q. A., Ulfa, F., Wulandari, W., Syafira, M., & Sasongko, H. (2019). Inisiasi Apoteker Keluarga Unggulan Dengan Pendekatan Real Teaching Action Di Desa Sendang. Jurnal Balireso: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 4(1).

Kurniawan, A., Sibuea, H. P., & Atmoko, D. (2023). Praktek Profesi Apoteker Dalam Perspektif Asas Negara Hukum. Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online), 4(3), 1363-1375.

Mandala, M. S., Inandha, L. V., & Hanifah, I. R. (2022). Hubungan Tingkat Pendapatan dan Pendidikan dengan Perilaku Masyarakat Melakukan Swamedikasi Gastritis di Kelurahan Nunleu Kota Kupang: Relationship of Income and Education Level with the Decision of the Community to Self-Medicate Gastritis in Nunleu Village Kupang City. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 4(1), 62-70.

Rahman, A., & Lestari, F. (2017). "Legal Aspects of Self-Medication and Its Implications for Doctors," Journal of Health Law and Policy, 8(3), 102-112.

Republik Indonesia. Peraturan BPOM No. 919/MENKES/PER/X/1993 tentang Kriteria dan Tata Cara Pengelompokan Obat.

Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

Republik Indonesia. Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Santi, S. (2021). Analisis Perlindungan Kesehatan di Masa Pandemi COVID-19 terhadap Pengungsi di Eks Gedung Kodim Kalideres. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 2(4), 605-617.

Siahaan, C. (2023). Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Pembelian Obat Keras Tanpa Resep Dokter Di Apotek R&F Deli Serdang. Humantech: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(11), 2423-2428.

Simanjuntak, J. P. (2018). "Legal Risks in Medical Practice: A Focus on Self-Medication and Doctor Responsibility," Medical Law Review, 12(1), 78-85.

Supardi, S., Susyanti, A. L., & Herdarwan, H. (2019). Kajian Kebijakan tentang Informasi dan Pelayanan Obat yang Mendukung Pengobatan Sendiri di Masyarakat. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 29(2), 161-170.

Supriyanto, W. (2019). "The Legal Implications of Traditional Medicine Use: A Review of Patient and Doctor Protection," Indonesian Journal of Health Law, 5(2), 33-40.

Widyaningrum, E. A., Rilawati, F. D., Astuti, L. W., & Aviantara, R. N. M. (2022). Profil Swamedikasi pada Mahasiswa S1 Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata. Jurnal Pharma Bhakta, 2(1).

Yunita, E., Qonitah, F., Khasanah, K., Zulbayu, L. A., Mistriyani, M., Pratama, N. P., ... & Hertiani, T. (2019). Pengaruh Intervensi Terhadap Pengetahuan Farmasis Remaja Tentang Swamedikasi. Journal of Community Engagement and Empowerment, 1(1).

Downloads

Published

2025-01-01

How to Cite

Esti, W. R. D. P., Linda, M., & Jaeni, A. (2025). Perlindungan Hukum Dokter dalam Kasus Self-Medication berdasarkan Undang-Undang Kesehatan. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(1), 45–55. https://doi.org/10.37481/jmh.v5i1.1110