Optimalisasi Calon Induk Ikan Bersertifikat sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas Kelompok Pembudidaya Ikan Rizky Mina Utama Kota Tarakan
DOI:
https://doi.org/10.37481/pkmb.v6i1.1704Keywords:
Certified Broodstock, Fish Farming, Productivity, Aquaculture Training, Rizky Mina UtamaAbstract
The availability of high-quality, certified broodstock is a key factor in improving fish farming productivity. However, many small-scale fish farmer groups still rely on uncertified broodstock, leading to reduced fry quality and lower production yields. In response to this issue, a community service program titled Optimization of Certified Broodstock as an Effort to Increase the Productivity of the Rizky Mina Utama Fish Farmers Group in Tarakan City was conducted. The program aimed to enhance the knowledge and technical skills of local fish farmers regarding the selection and management of certified broodstock to improve aquaculture outcomes. The activity was implemented in July 2025 at the Rizky Mina Utama Fish Farmers Group (POKDAKAN) in Karang Harapan Subdistrict, Tarakan City. The implementation team consisted of 25 lecturers and students from Borneo Tarakan University, while the participants included 15 members of the Rizky Mina Utama fish farmers group. The methods used in the program included presentations, hands-on practical training, interactive discussions, and Q&A sessions. The results showed a significant increase in participants’ understanding of broodstock certification, selection techniques, and proper broodstock management. Moreover, the program fostered greater awareness of the importance of using certified broodstock to ensure fry quality and production sustainability. This initiative is expected to support long-term improvements in local aquaculture practices.
References
Apsari MAD. (2018). Analisis Optimalisasi Produksi Usaha Budidaya Ikan Lele Dumbo (Claria Gariepinus) di Kota Tarakan. SKRIPSI Repository UBT.
Darmono, D., Hermanto, E., & Saputra, A. (2018). Efektivitas Regenerasi Induk pada Ikan Lele Sangkuriang. Jurnal Perikanan, 20(2), 87–94.
Farastuti, N., Isnansetyo, A., & Supadminingsih, N. (2014). Pengaruh Hormon Oodev terhadap Pematangan Gonad pada Induk Ikan Nila. Jurnal Ilmu Perikanan, 16(2), 85–92.
Handayani, L. P., & Nugroho, R. A. (2022). Penerapan CPIB dalam Budidaya Ikan Air Tawar Berbasis Induk Bersertifikat. Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya, 10(1), 44–51.
Hastuti, M. D., Yuniarti, D., & Dewi, E. N. (2020). Pemanfaatan Calon Induk Ikan Nila Bersertifikat untuk Mendukung CPIB. Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan, 14(1), 25–33.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (2020). Rilis Calon Induk dan Benih Ikan Unggul oleh BBPBAT Sukabumi. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.
KKP. (2022). Pusat Data Statistik Dan Informasi Sektretariat Jendral Kementrian Kelautan Dan Perikanan. Jakarta.
Muchlisin, Z. A., Fadli, N., & Muhammadar, A. A. (2015). Performance of Sangkuriang Catfish (Clarias gariepinus) in Different Aquaculture Systems. Aquaculture Reports, 3, 10–14.
Oman, A. S., Herawati R. 2020. Induksi Pematangan Gonad Ikan Lele (Clarias sp.) Merupakan Oodev dan Kunyit (Curcuma longa) melalui Pakan di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat. 2 (1) 90-96.
Priyadi, A., & Supriyadi, H. (2019). Evaluasi Produktivitas Induk Ikan Nila Gesit di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Buletin Teknik Litkayasa Akuakultur, 18(2),
Satriani, R., Rachmawati, D., & Suryaningtyas, A. (2011). Pelepasan Strain Ikan Nila Sakti dan Lele Sangkuriang sebagai Induk Unggul Nasional. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar, Sukabumi.
Suryaningsih, R., Indriani, N., & Mulyono, S. (2021). Strategi Pengadaan Calon Induk Ikan Air Tawar Melalui Kemitraan Balai Riset dan Pokdakan. Jurnal Perikanan Nusantara, 3(2), 54–60.
Tarsim, A. (2021). Penggunaan Teknologi Hormon dalam Pembenihan Ikan Air Tawar. Prosiding Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Zairin, M., Sari, L. K., & Mulyani, S. R. (2017). Manajemen Induk Ikan untuk Produksi Benih Berkualitas. Jurnal Akuakultur Indonesia, 16(1), 12–19.






