Kepentingan Terbaik Anak dalam Hak Waris Anak dari Perkawinan yang Tidak Tercatat: Analisis Normatif SEMA No. 3/2023
DOI:
https://doi.org/10.37481/jmh.v5i3.1679Keywords:
Best Interest of the Child, Inheritance Rights, Unregistered Marriages, SEMA No. 3/2023, Wasiat WajibahAbstract
This study examines the legal protection of children born from unregistered marriages in Indonesia, a context where they often face discrimination in inheritance rights despite being normatively linked to their biological fathers. The main problem lies in the limited recognition of their legal status, which undermines the fulfillment of the best interest of the child (BIC) principle as mandated by the Convention on the Rights of the Child. This research aims to analyze the normative framework of Supreme Court Circular Letter (SEMA) No. 3 of 2023 and its role in safeguarding the inheritance rights of children from unregistered marriages. Using a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, the study relies on primary legal sources such as SEMA No. 3/2023 and relevant secondary literature. The findings show that SEMA No. 3/2023 represents a progressive legal development through the introduction of wasiat wajibah, which provides children with limited access to inheritance rights in accordance with the BIC principle. However, the protection remains partial, focusing mainly on inheritance while neglecting broader aspects of child welfare such as education, health, and social security. The study concludes that although SEMA No. 3/2023 advances child protection in inheritance matters, further regulatory reinforcement is required to ensure holistic protection for children of unregistered marriages.
References
Afida, H. N. (2023). Pemberian wasiat wajibah pada ahli waris non-Muslim perspektif hukum progresif. Islamika, 5(1), 359–374.
Alimuddin, A., & Hidayati, N. (2021). Rekonstruksi hukum kewarisan Islam melalui konsep wasiat wajibah di Indonesia. Jurnal Hukum Islam, 19(2), 145–160.
Amiati, N. R., Hutomo, P., & Marniati, F. S. (2023). Perlindungan hukum anak luar kawin yang diakui terkait hibah wasiat yang tidak dapat dilaksanakan. Begawan Abioso, 14(1), 57–70.
Anwar, M., & Wijaya, M. R. (2020). Fungsionalisasi dan implikasi asas kepentingan terbaik bagi anak yang berkonflik dengan hukum: Studi putusan Pengadilan Tinggi Tanjung Karang. Undang: Jurnal Hukum, 2(2), 265–292.
Azwar, Z., Armi, M. I., Zulfan, Bin Jelani, A. B., & Nasri, A. L. (2024). Child filiation and its implications on maintenance and inheritance rights: A comparative study of regulations and judicial practices in Indonesia, Malaysia, and Turkey. Journal of Islamic Law, 5(1), 62–85.
Basir, A., & Suhartati. (2022). Tinjauan yuridis keabsahan nikah sirri melalui itsbat nikah di Pengadilan Agama Kelas IB Kabupaten Maros. Alauddin Law Development Journal, 4(2), 495–502.
Dharma, A. P., & Amar, R. (2024). Prinsip the best interests of the child dalam perwalian anak: Studi penetapan Nomor 0053/Pdt.P/2017/PA.Tpi. Maqasidi: Jurnal Syariah dan Hukum, 4(1), 120–129.
Doel-Mackaway, H., Otani, M., Sekaran, S., & Banerji, R. (2023). Children’s rights in the Asia-Pacific region: Critical reflections on participation, education, girls’ rights and child marriage. Canadian Journal of Children’s Rights, 10(2), 98–110.
Fauzia, A., & Fitria, N. (2021). Prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam hukum keluarga di Indonesia. Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial, 16(1), 1–18.
Fitriani, R. (2021). Implementasi prinsip kepentingan terbaik anak dalam putusan pengadilan agama. Jurnal Ilmu Hukum, 8(2), 210–225.
Gisha Meira, G. (2024). Wasiat wajibah terhadap anak angkat pada hukum Islam. Samawa: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 1–10.
Hanum, C. (2020). Analisis yuridis kedudukan surat edaran dalam sistem hukum Indonesia. Hukum dan Masyarakat Madani, 10(2), 138–153.
Hasanah, U. (2022). Wasiat wajibah sebagai bentuk perlindungan hukum bagi anak luar kawin dalam perspektif hukum Islam. Al-Mawarid: Jurnal Hukum Islam, 12(1), 55–70.
Irsan, Aslati, A., & Jamal, K. (2023). Analisis model pembaharuan hukum Islam di Indonesia melalui wasiat wajibah. Al-Majaalis, 11(1), 61–82.
Kilkelly, U., & Pleysier, S. (2023). Rights of the child in the child justice system. Youth Justice, 23(2), 135–139.
Lumban Gaol, S. (2024). Division of inheritance and will: First marital children, second marital wife (literature legal review). Journal of Law, Politic and Humanities, 4(3), 258–267.
MacPherson, S. (1989). The convention on the rights of the child. Social Policy & Administration, 23(1), 99–101.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum. Jakarta: Kencana.
Nugroho, H. (2020). Kepentingan terbaik anak sebagai asas fundamental perlindungan anak. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 50(3), 567–586.
Nurdiansyah, A., & Andaryuni, L. (2023). Perbandingan antara wasiat wajibah Mesir dengan ahli waris pengganti dan wasiat wajibah Indonesia. Maqasid, 12(2), 107–116.
Prijanto, T. (2021). Tinjauan dan pandangan hukum terhadap perkawinan yang tidak tercatat pemerintah serta dampaknya secara ekonomi. Jurnal Ilmiah Edunomika, 5(2), 702.
Presiden, K. (1990). Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990 tentang Konvensi Hak-Hak Anak. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Rachmawati, D. (2023). Perlindungan anak dalam perkawinan tidak tercatat: Analisis yuridis dan sosiologis. Jurnal HAM, 14(1), 45–62.
Rahmadani, G. (2022). Pengaturan warisan beda agama dipandang dari hukum Islam dan hukum perdata. Jurnal Ilmiah Metadata, 4(1), 342–352.
Rahman, F. (2022). Hukum progresif dan perlindungan anak di Indonesia. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 16(2), 223–238.
Rihdo Al Fasil, M., Maulana Sudur, I., Ramadhan Suardi, A., Pamungkas, S., & Putri Meilinda, F. (2023). Kedudukan surat edaran Mahkamah Agung dalam perspektif akademisi: Kekuatan hukum, ketetapan, dan konsistensi, pengaruh terhadap putusan hukum. Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 230–240.
Salim, H. S., & Nurbani, E. S. (2020). Penerapan teori hukum pada penelitian tesis dan disertasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Sari, V. Y. (2021). Efektivitas program No Lost Generation UNICEF dalam menangani kasus child soldiering di konflik Suriah tahun 2011–2018. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 2(1), 45.
Sarkanto, & Larhzizar, F. (2024). Unregistered marriages in Islamic law: Ensuring children’s rights amidst legal validity. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 3(3), 128–138.
Shidarta. (2019). Hukum penalaran dan penalaran hukum. Jakarta: Gramedia.
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudikno, M. (2020). Metode penelitian hukum. Yogyakarta: Liberty.
Supriyadi. (2022). Rekonstruksi kedudukan anak akibat perkawinan sirri. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 51(1), 29–39.
Suteki, & Taufani, B. (2019). Hukum progresif: Kritik terhadap hukum modern. Yogyakarta: Thafa Media.
United Nations Children’s Fund. (2020). History of child rights. New York: UNICEF.
Wignjosoebroto, S. (2021). Paradigma dalam penelitian hukum. Surabaya: Airlangga University Press.
Yuliani, S. (2020). Tantangan implementasi prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam hukum keluarga. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 13(2), 203–220.
Zainuddin, A. (2019). Metodologi penelitian hukum: Pendekatan teori dan praktik. Jurnal Ilmu Hukum, 6(1), 15–28.
Zulfa, A. N., & Permana, M. Y. G. (2023). Yurisprudensi MA No. 1/Yur/Ag/2018 tentang pemberian wasiat wajibah kepada ahli waris non-Muslim perspektif hukum Islam. Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 23(1), 32–44.






