Manajemen Kurikulum Merdeka dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Seni Budaya di SDN 22 Talang Kelapa
DOI:
https://doi.org/10.37481/jmh.v5i3.1480Keywords:
Curriculum Management, Merdeka Curriculum, Arts and Culture Education, Learning Quality, Primary EducationAbstract
This study investigates the management of the Merdeka Curriculum in enhancing the quality of arts and culture learning at SDN 22 Talang Kelapa, a designated Sekolah Penggerak (Driving School). The research aims to explore the implementation process of curriculum management, identify challenges faced by educators, and propose solutions to overcome these issues. Utilizing a qualitative descriptive approach with data triangulation, researchers collected information through structured interviews, direct observations, and documentation. Participants included school principals, teachers, students, and school committee members. The results reveal that the planning and implementation of the Merdeka Curriculum were carried out effectively through diagnostic assessments, differentiated instruction, and reflective teaching practices. The integration of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) promoted students’ character building, creativity, and engagement in cross-subject learning. However, some obstacles remain, particularly related to limited digital infrastructure, insufficient experience among newly assigned teachers, and incomplete teaching modules on the official platform. To address these issues, the school conducted ongoing professional development programs and fostered collaborative practices among stakeholders. This research underscores the importance of structured curriculum management and sustained teacher support to ensure the successful implementation of the Merdeka Curriculum, ultimately improving the quality of arts and culture education in primary schools.
References
Angga, S., et al. (2022). Komparasi implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 5877–5889.
Astuti, I., & Ardiansyah, F. (2021). Teknik purposive sampling dalam riset pendidikan kualitatif. Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(1), 88–96.
Faiz, A., Parhan, M., & Ananda, R. (2022). Paradigma baru dalam kurikulum prototipe. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 1544–1550.
Faridah, N., & Susanti, R. (2022). Peran seni dalam penguatan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 41(2), 211–220.
Forey, G., & Cheung, L. M. E. (2019). The benefits of explicit teaching of language for curriculum learning in PE. English for Specific Purposes, 54, 91–109. https://doi.org/10.1016/j.esp.2019.01.001
Fuadi, T. M. (2022). Konsep Merdeka Belajar-Kampus Merdeka: Aplikasinya dalam pendidikan biologi. Seminar Nasional Biotik, 9(2), 38–55.
Hermawan, R., & Hidayat, T. (2023). Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran lintas mata pelajaran. Jurnal Inovasi Pendidikan, 13(1), 88–97.
Jayanti, M. (2023). Implementasi manajemen Kurikulum Merdeka belajar. http://digilib.unila.ac.id/id/eprint/72768
Kemendikbudristek. (2022). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemdikbudristek.
Kurniawan, A., & Riyanto, Y. (2022). Manajemen kurikulum operasional sekolah dasar berbasis Merdeka Belajar. Jurnal Administrasi Pendidikan, 29(3), 321–334.
Martinah, et al. (2023). The influence of the independent learning curriculum and teacher’s performance on learning outcomes. Journal of Social Work and Science Education.
Muji, A. P., et al. (2021). Evaluation of the implementation of the Sekolah Penggerak curriculum. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 7(3), 377–384.
Napitupulu, G., et al. (2022). Perencanaan berbasis data dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Kependidikan, 8(1), 55–66.
Napitupulu, G., et al. (2023). Implementasi manajemen Kurikulum Merdeka belajar. Journal on Education. http://jonedu.org/index.php/joe
Pratiwi, S. W. (2023). Pentingnya pembelajaran seni budaya dalam membangun identitas pelajar Pancasila. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 44–56.
Rachmawati, N., et al. (2022). Projek penguatan profil pelajar Pancasila dalam implementasi kurikulum prototipe. Jurnal Basicedu, 6(3), 3613–3625.
Rahmah, N. (2022). Implementasi asesmen diagnostik dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal EduTech, 9(2), 120–130.
Rahmawati, S., & Wibowo, H. (2021). Pendekatan kualitatif dalam penelitian pendidikan dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(2), 102–113
Ramadina, E. (2021). Peran kepala sekolah dalam pengembangan Kurikulum Merdeka belajar. Mozaic Islam Nusantara, 7(2).
Salim, R., & Lestari, S. (2020). Model analisis data kualitatif Miles dan Huberman dalam penelitian pendidikan. Jurnal Kajian Pendidikan, 7(1), 55–65.
Sari, R. P., & Harimurti, H. (2022). Kurikulum Merdeka dan pengembangan pembelajaran seni berbasis projek. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(3), 102–115.
Setiawan, A., & Fauziah, A. (2021). Penguatan karakter dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan Nasional, 11(2), 178–189.
Sibagariang, D., Sihotang, H., & Murniarti, E. (2021). The role of motivating teachers in independent education. Journal of Educational Dynamics, 14(2), 88–99.
Syahputri, E. D., & Lubis, A. R. (2021). Penerapan triangulasi dan validitas dalam penelitian kualitatif pendidikan. EduHumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar, 13(3), 144–154.






